Ingin Punya Kos-kosan Cuma Modal Rp 10 Juta? Ini Caranya

Ingin Punya Kos-kosan Cuma Modal Rp 10 Juta Ini CaranyaBermimpi menjadi juragan kos-kosan, namun dengan modal yang minim? Mimpi itu bisa segera terwujud dengan membeli apartemen berkonsep kos-kosan. PT Prioritas Land Indonesia (PLI), telah meluncurkan konsep tersebut.

Melalui apartemen Majestic Point Serpong (MPS), Prioritas Land Indonesia menawarkan konsep jadi juragan kos kepada para konsumen yang ingin mewujudkan impiannya untuk memiliki kos-kosan, namun dengan modal yang sangat kecil, yakni hanya Rp 10 juta.

Presiden Direktur Prioritas Land Indonesia Marcellus Chandra mengatakan, awalnya ide untuk mencetuskan konsep tersebut muncul setelah melihat banyak masyarakat, khususnya di daerah Tangerang yang ingin mempunyai passive income dengan cara membangun kos-kosan, namun terkendala biaya yang cukup mahal, apalagi harga tanah di lokasi yang strategis sekarang sangat tinggi.

Padahal, di sekitar Serpong, banyak masyarakat perantau dari luar daerah, seperti mahasiswa, profesional, dan juga pegawai biasa yang mencari tempat tinggal di kontrakan atau kos-kosan. Dengan demikian, banyak orang yang merasa optimis bahwa memiliki rumah kos pasti akan menguntungkan.

“Contohnya saja di daerah Apartemen Majestic Point Serpong ini banyak sekali kampus dan perkantoran. Itu sudah pasti mahasiswa dan karyawan itu butuh tempat tinggal, karena banyak sekali diantara mereka itu berasal dari luar daerah. Untuk diketahui saja, harga sewa kos per ruangan di daerah Summarecon, tempat Majestic Point Serpong berada saat ini sebesar Rp 2,6 juta per bulan,” tutur Marcell dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (21/7/2017).

Marcell menjelaskan, harga Apartemen Majestic Point Serpong sekarang mulai dari Rp 500 juta, namun dengan modal Rp 10 juta apartemen sudah bisa langsung dimiliki dengan cicilan sekitar Rp 20 ribu per hari untuk dua tahun pertama. Selain itu, pihak pengembang juga memberikan rental guarantee atau  jaminan sewa sebesar 9 persen per tahun selama 2 sampai 3 tahun.

“Kami juga memberikan free maintenance untuk listrik dan air, free interior, dan dikelola secara profesional oleh developer. Para juragan ini nanti langsung dapat income dan dijamin tersewa,” kata Marcell.

General Manager Sales and Marketing Billy Tanutama Majestic Point Serpong menjelaskan, fasilitas yang disediakan bagi para penyewa kos-kosan ini, mulai dari kolam renang, playgroundsky park, jogging track, gym, dan basketball court. Sementara unit yang tawarkan adalah tipe studio (semi gross 27 m2), 1 bedroom (semi gross 40 m2), dan 2 bedroom (semi gross 54 m2).

Billy menyampaikan, pembangunan apartemen Majestic Point Serpong saat ini sudah memasuki tahap penyelesaian yang hampir rampung 85 persen.

Lokasi Majestic Point Serpong, sambung Billy sangat mudah diakses, hanya 5 menit menuju pintu tol Jakarta dan Merak, dan 15 menit menuju pintu tol Jorr Jakarta – Serpong. Dikelilingi oleh beberapa universitas dan sekolah ternama, seperti Universitas Pelita Harapan Karawaci, Swiss German University, Jakarta Nanyang School, Universitas Bina Nusantara, Prasetya Mulya, Stella Maris International School, dan Sekolah Tarakanita.

Advertisements
K2 Park Perizinan

K2 Park Perizinan

K2 Park Perizinan | Paket kebijakan ekonomi yang salah satunya berfokus pada peningkatan investasi di sektor properti disambut baik oleh para pelaku usaha di dunia properti. Disebutkan, pemerintah berkomitmen untuk mengeluarkan kebijakan yang mendorong pembangunan perumahan atau properti secara umum.

Seperti yang tertuang dalam paket kebijakan ekonomi tahap 1, pemerintah melakukan berbagai langkah untuk menggerakkan ekonomi nasional, termasuk industri properti tentunya, yaitu dengan deregulasi, debirokratisasi, penegakan hukum, dan kepastian usaha. Pemerintah sadar, ada banyak hambatan yang selama ini membuat industri nasional tak berkembang pesat atau jalan di tempat, salah satunya karena proses perijinan yang rumit.

Dikeluhkan pengembang sebelumnya, Menteri PUPR Muhammad Basuki Hadimuljono menegaskan, akan memangkas perizinan untuk pembangunan perumahan yang selama ini dikeluhkan pengembang. “Salah satu fokus kami memang memangkas proses perizinan. Kami usahakan satu pintu dan waktunya cepat, agar lebih sederhana dan semua proses berjalan cepat,” kata Basuki, saat bertemu dengan Asosiasi perumahan, REI, APERSI dan ASPERI, di kantornya, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Langkah ini dinilai menjadi angin segar bagi industri properi yang tahun ini tak bisa dipungkiri mengalami penurunan penjualan sebagai dampak dari ekonomi nasional yang melambat. Dihar Dakir, Manajer Humas PT Prioritas Land Indonesia, salah satu developer baru yang tengah berkembang pesat, sangat yakin terobosan yang dilakukan pemerintahan Presiden Joko Widodo ini bermanfaat untuk para pelaku usaha properti.

  K2 Park Perizinan Pembangunan Apartemen

“Proses perizinan adalah salah satu faktor penting buat para pengembang. Kami sejauh ini sebenarnya tak pernah mengalami kesulitan dalam setiap proses pengajuan perizinan kepada pemerintah daerah tempat proyek kami berada, namun jika pemerintah ingin lebih mempermudah dan mempercepat lagi proses tersebut, maka itu akan lebih bagus,” kata Dihar.

PT Prioritas Land Indonesia (PLI) sendiri saat berita ini diturunkan 15 oktober tahun 2015 lalu,  tengah mempersiapkan penggarapan salah satu proyeknya di kawasan Gading Serpong yaitu apartemen K2 Park. Dan sekarang sudah dimulai pembangunannya. Menurut Dihar, proses perijinan di pemerintah Kabupaten Tangerang sejauh ini tak ada masalah.
“Semua proses tersebut berjalan lancar dan sesuai target waktu yang kami rencanakan. Saat ini kami tengah merevisi dokumen AMDAL yang diminta Komisi Penilai AMDAL Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Diharapkan setelah adanya komitmen pemerintah pusat untuk memangkas proses perijinan, prosesnya bisa berjalan lebih cepat dan lancar,” harap Dihar.
Setelah Surat Rekomendasi AMDAL yang telah disetujui Bupati Tangerang terbit, maka barulah izin untuk mendapatkan IMB bisa diproses. Biasanya setelah rekomendasi AMDAL keluar, IMB akan segera diterbitkan dan pengembang bisa memulai proses pembangunan.
Uniknya, sepanjang proses pembuatan izin tersebut, masalah justru sering datang dari pihak lain yang memanfaatkan isu perizinan untuk menyebarkan kabar-kabar bohong. PLI sendiri, kata Dihar, sempat mengalami hal tersebut untuk proyek mereka di K2 Park.
“Kami sebagai perusahaan properti nasional, selalu taat dengan prosedur. Mengenai pembangunan, pada saatnya pasti akan dilakukan jika semua perizinan sudah rampung yang mana itu membutuhkan waktu dan sudah masuk dalam perhitungan kami sebagai pengembang,” ujar Dihar.